Bima Arya Sebut Bogor Street Festival Cap Go Meh Fakta Kerukunan RI

Bogor Street Festival CGM 2020 sukses diselenggarakan di Jalur Suryakencana sampai Jalur Siliwangi, Kota Bogor pada kemarin malam. Nampak muncul dalam kegiatan dengan tema Ajang Budaya Pemersatu Bangsa itu Menteri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Dedi Rachim serta jajaran Forkopimda Kota Bogor.

Dalam sambutannya bagaikan tuan rumah, Bima Arya berkata Bogor Street Festival ialah helatan kesenian serta kebudayaan buat seluruh golongan.

” Hari ini seluruh rupa manusia terdapat di depan kita. Terdapat yang lanjut usia, terdapat pula yang bayi. Terdapat tentara, terdapat pula masyarakat biasa. Seluruh agama pula terdapat di mari. Segala corak dapat dilihat terdapat di mari. Tujuannya tentu macam- macam. Terdapat yang ke mari sebab mau memandang atraksi kesenian, terdapat yang ingin wisata kuliner, terdapat pula yang mau cari jodoh,” ungkap Bima dalam penjelasan tertulis, Minggu( 9/ 2/ 2020).

Baginya warga yang tiba ke mari memperingati kerukunan serta kebersamaan. Bima berkata nilai berarti dari kegiatan ini merupakan kebersamaan jual alat drumband . Bima meningkatkan Bogor Street Festival CGM ini bukan semata- mata hiburan semata.

” Terdapat tari- tarian namun Insyaallah ini juga lebih dari hanya kebudayaan. Ini merupakan fakta kalau Kota Bogor mempunyai kerukunan serta kebersamaan yang kokoh dari masa ke masa. Inilah Kota Bogor, inilah Indonesia. Aku berterima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia(TNI)/ Polri, panitia, masyarakat serta seluruh pihak yang sudah berjibaku sehingga kegiatan ini berjalan dengan tertib,” ucap Bima.

Bima mengaku kalau secara teknis penyelenggaraan Bogor Street Festival CGM 2020 telah lebih baik lantaran masuk dalam Top 100 Calender of Event dari Departemen Pariwisata serta Ekonomi kreatif.

” Secara teknis lebih baik dari tahun kemudian, sebab terdapat asistensi dari Kemenpar. Tadi digaris bawahi oleh Pak Menteri merupakan memperingati perbandingan. Kita mau tunjukan kalau orang Bogor sangat menghargai keberagaman, kota yang toleran,” tandasnya.

Sedangkan itu, WIshnutama mengaku kagum dengan keseruan Bogor Street Festival 2020.” Ini awal kali aku muncul di mari. Ini kegiatan sangat luar biasa bagi aku serta aku sangat kagum dengan serunya kegiatan ini. Luar biasa Kang Bima, masyarakatnya pula,” ujarnya

Dia meningkatkan, aktivitas semacam ini ialah suatu metode yang sangat baik buat tingkatkan pariwisata.” Ini cara- cara yang sangat efisien buat mengundang turis. Aku berharap ke depan, kegiatan ini dapat dipromosikan pula buat turis mancanegara. Tadi telah terdapat sebagian. Aku memohon buat terus tingkatkan kegiatan ini, kemudian kita promosikan pula ke luar negara,” kata ia.

” Event semacam Bogor Street Festival ialah energi tarik baru. Sebab tempat wisata umumnya yang dijual keelokan alamnya, namun lebih dari pada itu keahlian kota mengelola, mencerna, mengemas serta lain- lain sebagainya itu merupakan salah satu perihal yang berarti buat menaikkan kemampuan turis yang tiba,” ucapnya.

Wishnutama menyebut Bogor Street Festival CGM 2020 sangat layak buat dijadikan Top 100 Calender of Event dari departemen yang dipimpinnya.

” Kami belajar dari pengalaman tadinya, kita pelajari track record- nya yang sepanjang ini telah baik. Pasti kita wajib didukung buat tingkatkan apalagi sampai tingkat internasional. Aku sangat encourage buat event- event, salah satunya ini( Bogor Street Festival) yang sangat sukses,” jelasnya.

” Di jalur kita amati antusiasme warga terhadap event semacam ini serta pasti yang lebih luar biasa lagi ini semacam memperingati perbandingan. Nah, itu suatu yang luar biasa dalam kegiatan ini,” tambah ia.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah 2 tahun berturut- turut mendatangi Bogor Street Festival, mengaku kalau pesan dari kegiatan ini lumayan banyak, tercantum merupakan melindungi persatuan dalam keberagaman.

” Itu pesan berartinya. Jadi, Jawa Barat wajib kokoh, isu toleransinya, keberagamannya, ini puncaknya itu dengan festival ini. Kedua, merupakan pariwisata jadi bankitan dari aktivitas ini. Orang tiba, orang menginap di Bogor, orang beli santapan serta lain- lain. Serta yang ketiga pasti melindungi budaya dari bermacam wilayah. Sebab bangsa yang kaya merupakan bangsa yang budayanya besar,” ucap Kang Emil.

Emil pula menyebut kalau kunjungan turis ke daerah Jawa Barat terus bertambah.

” Sasaran 51 pula turis, tahun kemudian yang tiba 60 juta. Maksudnya, orang betah di Jawa Barat. Event di Jawa Barat ini terdapat lebih dari 100, satu dari 5 yang didukung oleh Pemerintah Pusat merupakan CGM Bogor,” pungkasnya.

Jalannya festival sendiri lumayan mudah. Tidak hanya dibuka oleh Doa Lintas Agama, event tersebut pula menyuguhkan keberagaman kesenian budaya nusantara, serta pastinya yang menonjol merupakan budaya Jawa Barat.

Dia meningkatkan, Musik Bambu dari Sanggar Andika, Angklung dari Komunitas Cinta Berkain, Art Performance dari Pemuda Belong, Sabeungkeutan dari Sekolah Taruna Bangsa, Hadroh dari Pemuda Pulo Geulis, Monolog oleh Kabayan, Tari Dayang.

Pembacaan Wangsit Siliwangi, Dance Looking Eastward, Tari Tayub, Kie Lin, Purna Paskibraka Indonesia, Mapag Agung, Drumband Chanka Ksatria Bhakti dari PUSDIKZI, Pawai pakaian adat 34 Provinsi, Formasi Pasukan Pembawa Bendera Pusaka, Nyi Pohaci dari Leuweung Seni Kabupaten Purwakarta, Angklung Gubrag serta Tari Rengkong dari Kabupaten Bogor, Tari Lego- lego dari Nusa Tenggara Timur( NTT).

Terdapat pula Rengkak Ayakan dari Gandes Pamantes, Tari Emambo Simbo( Papua) dari Sanggar Etam, Lan Yang Dance( Taiwan), Electric Techno Neon Gods( Taiwan), Tari Mapadendang( Sulawesi Selatan) dari Sanggar Seroja, Siloka Dadali( Kabupaten Bogor) dari Annisa Rumpaka, Tandok( Sumatera Utara) dari Sanggar Getar Muda, Panarat dari Citra Budaya, Egrang( Kabupaten Karawang) dari Sanggar Singa Putra, Lengser Ambu dari Komunitas Lengser Bogor Raya.

Tidak hanya itu terdapat Liong Kopassus, Delman Hias, Marching Band MY, Si Hyang Awi( Kab. Bandung Barat) dari Arga Studio, Santika Yuda dari Getar Pakuan, Ondel- Ondel( DKI Jakarta) dari Sirih Entertainment, Kereta Kencana, Mabokuy( Kabupaten Ciamis) dari Sanggar Tunas Muda, Reog Ponorogo( Jawa Timur) dari Reog Singo Ngumboro, Ogoh- ogoh Bali BRIMOB Resimen II Pelopor( Pure Natashakti), 25 Joli, 25 tim Liong- Barong dari Bogor serta sekitarnya, Live Music serta penampilan yang lain.

Leave a Comment